alobola.net - Berita Sepak Bola Terkini – Dalam dan Luar Negeri
Gregory van der Wiel yang saat ini tengah membela skuad Ajax Amsterdam rupanya telah memikat hati banyak klub. Salah satunya adalah AS Roma yang dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk menggaet Van Der Wiel. Roma telah menyatakan bahwa timnya kini membutuhkan pemain yang memiliki kemampuan dengan tingkat kualitas yang tinggi. Dan pemain yang menjadi incarannya adalah Van Der Wiel. Menurut Roma, pemain yang berperan sebagai bek Ajax tersebut mampu dijadikan pemain andalan dalam tubuh Roma. Melihat kondisinya bersama Ajax, pihak Roma yakin kalau Van Der Wiel akan memberikan kontribusi besar untuk Roma. Dan nyatanya, peluang besar memang tengah terbuka untuk Roma dalam mendapatkan Van Der Wiel.
Van Der Wiel sendiri juga mengaku akan segera hengkang dari tubuh Ajax, karena ia ingin lebih meningkatkan kualitas permainannya. Banyak klub yang dikabarkan akan menggaetnya, dan ia senang akan hal itu. Saat inipun ia dan agennya tengah menunggu, tim manakah yang kiranya bisa dijadikan tempat labuhan Van Der Wiel setelah angkat kaki dari Ajax. Van Der Wiel yang juga menjadi salah satu pemain timnas Belanda tersebut memang mempunyai kiprah yang cukup mengagumkan bersama Ajax, namun ia tak ingin hanya bertengger di satu tim saja. Karena itulah, Van Der Wiel ingin secepatnya menemukan tim yang bisa membuatnya menjadi bintang sepak bola.
Menurut kabar yang beredar, Van Der Wiel sendiri telah melakukan pembicaraan serius dengan pihak Valencia sebelum Roma ingin menawarinya kontrak kerja sama. Tampaknya, Valencia ingin membuat gebrakan dengan menawari kontrak kerja sama dengan Van Der Wiel. Inipun lantas membuktikan bahwa kemampuan Van Der Wiel tak bisa diremehkan, karena banyak klub yang menginginkannya. Hanya saja, sampai saat ini Valencia belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan dalam memikat Van Der Wiel. Tak salah jika banyak pihak mengatakan kalau Roma lah yang akan memenangkan Van Der Wiel. Karena, Van Der Wiel sendiri juga menunjukkan ketertarikannya kepada Roma.
Tetapi, tetap saja negosiasi untuk menarik Van Der Wiel masih belum terealsasi dengan jelas dari pihak Roma. Dan Van Der Wiel sendiri pun menyatakan bahwa masih belum ada tim yang benar-benar ingin menariknya menjadi pemain. Namun, ia memastikan kepada khalayak bahwa dirinya akan segera hengkan dari Ajax di musim depan. Baginya, pindah ke klub lain adalah pengalaman luar biasa dan bisa menjadi pelajaran yang berharga. Van Der Wiel sendiri saat ini berada dalam kondisi yang tak terlalu sehat. Beberapa waktu terakhir ini, Van Der Wiel berkutat dengan kondisi kesehatannya yang kurang bagus. Penampilannya harus sedikit mengalami gangguan karena kesehatan yang tak terlalu prima. Namun, tetap saja pihak timnas Belanda akan memainkan Van Der Wiel dalam laga bertajuk Euro 2012 nanti.
Setelah memutuskan untuk hengkang dari AC Milan dan bergabung dengan Juventus, kini Andrea Pirlo akhirnya mamu membuka mulut dan membagi kronologi bagaimana dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan AC Milan. Pemain berusia 32 tahun tersebut memang memiliki kontrak dengan AC Milan hanya sampai akhir musim panas lalu. Saat itu, Pirlo memang sudah berencana untuk tidak memperpanjang kontraknya. Kala itu, yang dijadikan alasan Pirlo untuk tidak kemabli berseragmkan AC Milan adalah karena Pirlo merasa tidak cocok dengan kontrak yang ditawarkan klub kepadanya. Kabarnya, Pirlo berniat untuk bertahan dengan AC Milan hiingga dua musim yang akan datang. Sayangnya, pihak Milan tidak bisa mewujudkan permintaan Pirlo. Maka dari itu, dengan sangat terpaksa harus hengkang dari Milan.
Kini setelah semusim menjadi bagian dari Juve, secara mengejutkan Pirlo memberikan pernyataan yang berbeda. Bahkan, Pirlo juga menyebut pelatih Milan, Massimilano Allegri memiliki andil dalam keputusanna untuk meninggalkan Milan. Seperti dilaporkan oleh La Gazzeta dello Sport, Pirlo menyatakan bahwa sebenarnya saat itu Allegri lebih mengharapkan Van Bommel atau Ambrosini untuk menjadi pemain yang diturnkan di depan bek sesuai formasi yang dikehendaki sang pelatih. Dengan demikan, Pirlo bila ingin terus bertahan maka harus mau menempati posisi lain. Karena Pirlo tidak berminat untuk pindah posisi, maka Pirlo akhirna emmtuskan untuk memutuskan kerja sama dengan AC Milan. Dan lebih berminat untuk memperkuat Juventus. nampaknya, keputusan Pirlo ini tepat mengingat Juve juga baru saja meraih Scudetto.
Tawaran Juventus pada Pirlo untuk menjadi bagian dari Bianconerri nampaknya tidak perlu terlalu lama dipikirkan oleh Pirlo. Benar saja, Pirlo segera menerima pinangan Antonio Conte. Dengan hasil scudetto yang diraihnya du musim perdanany dengan Juve memnag menjadi kebanggan tersendiri bagi Pirlo. Dia juga menyadari bahwa ini semua tidak terlepas dari sang pealtih, Antonio Conte. Diakui Pirlo, conte adalah pelatih yang hebat. Selama beberapa musim terakhir ini, Pirlo yang sudah mengenali beberapa pelatih menilai bahwa dari semua pelatih itu, Conte lah pelatih yang teliti dan berhasil menjelaskan setipa detil teknik untuk timnya. masih menurut Pirlo, dilihat dasri segi strategi, Conte memiliki kelebihan dibanding Carlo Ancelotti dan juga Marcello Lippi.
Pernyataan Pirlo ini memang benar adanya. Sepanjang musim ini, Antonio Conte memang telah memeberikan pengorbanan yang besar bagi Juve. Conte yang juga baru bergabing dengan Juve di awal musim ini telah berhasil membuat banyak pendukung Juve bangga karena musim ini menjadi musim pertama yang sangat indah untuk Conte. Berhasil meraih Scudetto dengan menyisakan satu partai yang belum usai menunjukkan bahwa Juve sejak awal sudah dipersiapkan dengan baik oleh Conte. Tidak heran meski diawal terlihat tenang berada di bawah juara musim lalu, AC Milan, namun di akhir musim ini, Juventus mendepak AC Milan dari peringkat pertamanya yang mampu mereka pertahankan dalam beberapa pekan pertama awal musim ini.
Banyak beberapa pihak menilai kalau sebuah klub tanpa seorang pelatih bagai sayur tanpa garam. Kurang ada hal yang menyebabkan semua bisa berubah. Dari rasa, penampilan, dan juga kualitas. Dalam sepakbola hal tersebut memang sangat baik. Pengalaman dipecat sudah tak ingin dirasakannya lagi setelah ia tak mampu membawa Inter Milan ke dalam kubangan kemenangan. Apalagi kenyataan pahit juga dirasakan oleh Villas Boas selaku pelatih yang baru saja menukangi Chelsea hanya karena Villas Boas tak mampu mengantar Chelsea ke kemenangan, bahkan Chelsea nyaris terlempar dari ajang Liga Champions akibat dari kekalahan yang menimpa berkali-kali. Benitez merasa kalau tindakan Chelsea yang sering melakukan pemecatan akan berdampak buruk juga untuk karirnya sebagai pelatih. Ia tak ingin menjadi krban pemecatan lagi.
Karena itulah ia sangat tak menyukai pemandangan pemecatan pelatih, ia harus melihat-lihat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menjadi pelatih Chelsea. Benitez memiliki segudang pengalaman dalam ranah dunia persepak bolaan Spanyol dan Italia. Ia tak ingin terlalu terburu-buru memutuskan akan masuk ke klub mana. Ia menilai bahwa menjadi pelatih saat ini harus memiliki kesabaran penuh. Karena para pelatih dituntut menjadikan tim yang diasuhnya keluar menjadi pemenang dalam tiap laga yang dilakoni. Apalagi Chelsea yang saat ini sedang berada di lini keterpurukan, Roman Abramovich selaku orang yang paling bertanggung jawab atas pemecatan Villas Boas selalu terobsesi untuk menjadikan Chelsea sebagai tim andalan dan menjadi tim tak terkalahkan.
Hal inilah yang lantas menjadi alasan utama dari Benitez untuk berpikir dua kali masuk ke dalam tubuh Chelsea. Sebagai orang yang sudah makan asam garam dalam dunia kepelatihan, maka Benitez menyatakan ketidak siapannya mejadi pelatih Chelsea. Ia ingin lebih berkonsentrasi untuk melatih kesabaran akan tuntutan yang harus dihadapi oleh pelatih nantinya. Pelatih-pelatih kawakan pun menjadi sorotan dalam rangka menggantikan peran Villas Boas. Kali ini yang menjadi bahan perbincangan adalah Rafael Benitez, yang mana mantan pelatih Inter Milan ini sedang gencar diberitakan akan segera menjadi pelatih dari The Blues.
Kondisinya saat ini pun memang mendukung untuk menjadi pengganti dari Villas Boas, karena Benitez sendiri sedang berada dalam kondisi menganggur pasca dipecat dari Inter Milan. Maka dari itu banyak pihak berspekulasi kalau Benitez segera menjadi tukang dari The Blues untuk ke depannya. Hanya saja, ketika hal ini ditanyakan secara langsung ke Benitez. Ia malah menjawab dengan tanggapan yang tak terlalu berminat. Sebagai mantan pelatih Inter, ia menyatakan bahwa masih senang dengan aktifitasnya saat ini. Ia mengakui bahwa tak memiliki minat untuk menjadi arsitek dari Chelsea. Padahal, Benitez digadang-gadang sebagai calon terkuat untuk menjadi pelatih Chelsea. Namun, siapa sangka kalau Benitez malah memberikan tanggapan yang secara tak langsung adalah sebuah pungkiran.
Chelsea yang merupakan salah satu peserta Liga Premier Inggris tengah berhasil memenangkan laga pentingnya di kancah Liga Champions Eropa beberapa hari yang lalu. Dengan keberhasilan tersebut telah membuat positif kiprah wakil Inggris di kancah Eropa tersebut. Dan memang seharusnya para publik di Inggris sangat tersanjung dengan usaha tidak kenal lelah dari tim tersebut. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa sebuah prestasi yang sangat membanggakan karena telah berhasil membuat citra positif klub di kancah Eropa. Karena dengan keberhasilan tersebut akan mengukuhkan bahwa tim dari negara tersebut masih sangatlah kompeten dan layak untuk menjadi calon juara di akhir musim nanti.
Kala itu Chelsea telah berhasil mengkandaskan wakil tim dari Italia, Napoli yang notabene merupakan tim yang telah mengalahkan Chelsea di Leg pertama dengan skor telak 3-1 beberapa pekan yang lalu. Sehingga sempat memutuskan harapan di tubuh Chelsea untuk bisa lolos. Akan tetapi dengan penuh semangat Chelsea malah membalikkan keadaan di Leg Kedua yaitu meraih kemenangan dengan skor telak 4-1. Sebelumnya telah diberitakan mengenai mantan pelatih Timnas Inggris yang sangat tertarik pada tim Chelsea. Isu tentang siapa yang bakal menjadi calon suksesor Villas-Boas di Chelsea terus menjadi topik yang hangat dibicarakan. Chelsea sendiri, usai melengserkan pelatih muda asal Portugal itu, sekarang juga tengah melakukan perburuan siapa calon yang pas bagi manajer Chelsea.
Banyak spekulasi yang beredar untuk calon-calon kuat di posisi itu. Mulai nama Jose Mourinho, Rafael Benitez, Fabio Capello hingga Josep Guardiola yang diminati Roman Abramovich. Namun kabar beredar bahwa salah satu pelatih senior yang juga pernah malang melintang di Inggris tertarik akan pekerjaan itu. Ia adalah mantan manajer tim nasional Inggris tempo dulu Sven Goran Eriksson. Sebenarnya setelah Chelsea memecat Andre Villas-Boas, manajemen memilih caretaker sementara untuk sisa musim ini kepada assisten manajer Villas-Boas, Roberto Di Matteo. Namun Roman Abramovich yang selama ini selalu berambisi demi timnya menjadi yang terbaik di Inggris maupun Eropa menginginkan pelatih yang tepat demi Chelsea di musim depan.
Oleh karena itu Abramovich sepertinya tak akan memilih Di Matteo sebagai manajer Chelsea musim depan. Namun oleh beberapa prediksi tetap menyebutkan bahwa Di Matteo juga layak disematkan sebagai calon kandidat suksesor Villas-Boas. Namun Sven-Goran Eriksson yang lama tak terlihat di serunya Liga Inggris, akhirnya menyatakan minat jika ingin menangani Chelsea di musim mendatang. Eriksson sudah tak melatih klub sepakbola. Ia melatih terakhir kali adalah ketika menjabat sebagai manajer Leicester City dan akhirnya dipecat pada Oktober tahun lalu. Dikabarkan juga antara Chelsea dan mantan pelatih tim nasional Inggris itu belum ada pembicaraan resmi diantara keduanya. Namun menanggapi rumor bahwa Roman Abramovich sedang mencari manajer berpengalaman dan juga berwarganegaraan asing maka Eriksson mengaku tertarik dengan kondisi itu.
Tino Costa yang merupakan salah satu gelandang enerjik milik klub Laliga Spanyol, Valencia tengah memberikan keterangan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan permintaan terhadap sang presiden dan pelatih Valencia untuk segera mundur. Semua itu disangkalnya ketika banyak orang menanyakan mengenai tulisannya di akun Twitter sang pemain yang membicarakan hal tersebut. Tino Costa mengaku bahwa dirinya secara tidak sengaja meRetweet seseorang yang memang menginginkan agar Manuel Llorente sebagai Presiden Valencia dan Unai Emery sebagai pelatih tunggal Valencia harus mundur dari jabatannya. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa ketika sebuah tim selalu menghasilkan kegagalan di setiap musimnya karena beberapa pemain vitalnya telah dijual maka reaksi yang ada pasti menunjuk pemberhentian atas pihak-pihak di tim tersebut.
Tino Costa mengungkapkan bahwa dirinya telah selesai menghapus Retweet tersebut dan dirinya langsung mengaku sadar telah melakukan sebuah kesalahan yang fatal. Dan beberapa pihak termasuk para supporter telah meminta Tino Costa untuk mengklarifikasi mengenai permasalahan tersebut agar lebih jelas lagi. Sebelumnya telah diberitakan mengenai perubahan soal harga tiket di Laliga Spanyol yang sangat mahal. Para pendukung setia skuad Getafe harus gigit jari, karena tim kesayangannya takhluk 1-3 atas Malaga meskipun sebenarnya mereka sempat unggul terlebih dahulu. Ini merupakan kekalahan empat kali beruntun yang dipetik Getafe di kandangnya sejak 11 Desember lalu. Padahal fans Getafe harus merogek kocek dalam untuk bisa mendapatkan kursi di stadion. Untuk kursi yang paling murah di Coliseum saja mereka harus mengeluarkan uang sebesar 10 euro atau sekitar 120 ribu rupiah.
Ini merupakan harga yang tergolong relatif mahal untuk tim sekelas mereka yang hanya menduduki posisi ke-15 di klasemen sementara ajang Liga Primera saat ini. Yang lebih parah lagi adalah harga tiket pertandingan Segunda Divison B (kompetisi kasta ketiga di Spanyol) yang mempertemukan La Roda dengan Real Oviedo yang dibanderol sebesar 25 euro. Harga ini setara dengan tiket pertandingan antara Bayer Leverkusen kontra Barcelona pada leg pertama babak 16 besar ajang Liga Champions.
Jika di Inggris, maka harga sebesar itu sudah bisa untuk menyaksikan laga kandang Manchester City yang notabene merupakan tim yang berada di puncak klasemen sementara ajang Premier League saat ini. Bahkan di Jerman, untuk ukuran orang dewasa bisa menyaksikan pertandingan antara Bayer Leverkusen di Bay Arena hanya dengan mengeluarkan uang sebesar 6 euro atau sekitar 71 ribu rupiah. Seperti apa yang dilansir oleh Marca, bahwa harga tiket rata-rata pertandingan di ajang Liga Primera yang berada di kisaran 53 euro atau setara dengan 633 ribu rupiah ini merupakan harag tiket yang paling mahal jika dibandingkan dengan liga elite lainnya yang berada di Benua Biru.
Nama Gianluigi Buffon memang sudah tidak asing lagi kita mendengar prestasinya, beliau meraih prestasinya, dengan mendapatkan berbagai penghargaan. Gianluigi Buffon, salah satu nama kiper klub serie-A Italia Juventus akhir pekan ini menjadi sorotan media setelah aksi cemerlangnya bersama “si Nyonya Besar” sehingga membawa klub ini sementara duduk di singggasana klasemen Seri-A. Baru-baru ini (IFFHS) atau International Federation of Football History and Statistics menobatkan salah satu punggawa Tim Nasional Italia ini menjadi kiper terbaik abad 21. Hal ini didasarkan atas survey yang diadakan para pengamat sepakbola dunia terhadap penampilan apiknya dalam beberapa tahun terakhir.
Karier Gianluigi Buffon merupakan penjaga gawang asli jebolan akademi sepakbola Parma ini merupakan produk asli Parma dan memulai di klub ini pada tahun 1991 sampai 1995 di Parma Junior, setelah penampilan bagusnya bersama Parma junior membuat klub ini membawa ke kancah profesional yaitu di tahun 1995. Dan selama berseragam Parma selama 6 tahun sampai 2001, dua gelar bergengsi sudah ia persembahkan kepada klub yang bermarkas di Ennio Tardini ini yaitu Coppa Italia dan Piala UEFA. Sampai pada 2001, Juventus yang resmi mendapatkan kesempatan mendapatkan jasa-nya sampai sekarang. Bersama Juventus berbagai gelar juga sudah ia persembahkan seperti juara Seri-A dan Super Coppa.
Prestasi terbaik pemain ini kala membela Tim Nasional Italia setelah meraih Piala Dunia pada tahun 2006. Pada saat skor imbang 1-1 kontra Perancis di final piala dunia membuat pertandingan harus diakhiri dengan adu tendangan penalty. Buffon menjadi bintang pertandingan itu setelah menggagalkan sepakan pemain Perancis David Trezeguet. Sampai akhirnya membawa lambing sepakbola dunia ini jatuh ke tangan Italia. Kembali kepenghargaan IFFHS, Gianluigi Buffo berhasil mengalahkan kiper-kiper terbaik eropa seperti Iker Casillas (Real Madrid), Petr Cech (Chelsea). Buffon unggul 2 poin dari Iker Casillas dengan perolehan 199 suara sedangakan Casillas hanya mampu mendapatkan 197 suara.
Penghargaan dari IFFHS ini merupakan prestasi terbaik yang di dapat oleh pemain yang pada 28 Januari 2012 kemarin genap berusia 35 tahun. Ini merupakan kado terbaik yang di dapat pemain pada tahun ini dan pastinya akan menjadi suatu yang berharga apabila berhasil membawa gelar Scudetto musim ini ke tangan Juventus apalagi menjadi juara Piala EURO ke tangan Italia. Itu target yang saat ini sedang diperjuangkan oleh pemain yang punya hobby bersepeda ini. Ini adalah penghargaan yang kedua yang didapat Gianluigi Buffon dalam beberapa waktu terakhir ini. Sebelumnya, pemain berusia 35 tahun ini juga dinobatkan sebagai kiper terbaik dalam rentang waktu 25 tahun terakhir oleh IFFHS.
Petr Cech yang merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang dimiliki klub Liga Premier Inggris, Chelsea tengah memberikan komentar mengenai kondisi yang terjadi di skuadnya tersebut. Sang Kiper menjelaskan bahwa apapun pasti bisa terjadi di dunia sepakbola dan hal tersebut pastinya selalu datang secara tiba-tiba tanpa kita sadari bersama. Banyak kalangan yang memberikan penilaian bahwa terlihat sangat tidak sedikit yang mengetahui bahwa di dunia sepakbola apapun bisa terjadi. Sebuah tim yang jauh sebelumnya sama sekali tidak bisa diperhitungkan untuk bisa berbuat banyak di sebuah kompetisi, akan tetapi ditengah jalan tim tersebut berubah menjadi tim yang sangat menakutkan dengan meraih hasil positif di setiap pertandingannya. Dengan begitu pantas seorang Petr Cech mengatakan hal yang demikian.
Dan sebagai contoh nyatanya adalah ketika tim Petr Cech, Chelsea telah lolos ke babak berikutnya di perempat final Liga Champions Eropa beberapa waktu yang lalu. Chelsea ketika itu harus menghadapi wakil Italia, Napoli yang notabene merupakan tim yang sangat menyulitkan. Chelsea sempat kalah telak di Leg pertama. Akan tetapi dengan dibantu sebuah keajaiban, Chelsea berhasil membalikkan keadaan dengan menang lebih telak lagi. Sebelumnya telah diberitakan mengenai salah satu penjaga gawang Arsenal yang merasa bahwa beberapa pemain di Chelsea berhak disalahkan atas mundurnya sang pelatihnya. Masalah yang sudah Chelsea alami selama ini ternyata masih menjadi bahan kritik dan pembicaraan oleh beberapa pemain sepakbola.
Hal itu kembali diungkapkan oleh pemain Arsenal saat ini, Wojciech Szczesny. Penjaga internasional Polandia itu berpendapat soal insiden yang selama ini terjadi di Chelsea tentang pergantian manajer-manajernya. Ia mengklaim bahwa sepatutnya yang harus disalahkan atas hal ini adalah para pemain Chelsea. Sepeninggalan Villas-Boas dicopot dari posisinya, tempat yang kosong itu lantas di isi oleh assisten manajer AVB musim ini, Roberto Di Matteo. Akan tetapi manajemen Chelsea melalui pemilik klub sudah menegaskan bahwa musim depan harus mendatangkan pelatih yang tepat lagi dan kemungkinan Di Matteo akan kehilangan posisinya.
Sejak sepeninggal Villas-Boas dalam kurun waktu 2007-2012, Chelsea telah memecat enam pelatih sejak mereka memecat Jose Mourinho di tahun 2007. Dengan didapuknya Roberto Di Matteo sebagai caretaker Chelsea di sisa musim ini maka Chelsea sudah memilih sekitar tujuh manajer selepas Jose Mourinho pergi. Mulai Villas-Boas dan Di Matteo musim ini, sebelumnya ada nama-nama seperti Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, Ray Wilkins (caretaker), Guus Hiddink, dan Carlo Ancelotti di musim lalu. Melihat fakta ini beberapa pihak menyebutkan bahwa Roman Abramovich dan manajemen Chelsea lah yang membuat masalah ini menjadi rumit seperti ini. Banyak yang menilai bahwa Abramovich adalah orang yang kurang sabar dalam memberikan waktu bagi manajer-manajer Chelsea selama ini.
Kabar kali ini datang dari kubu Manchester United yang mana dikabarkan akan segera mendatangkan pemain anyar. Sir Alex Ferguson selaku pelatih dari Manchester United disinyalir sedang melakukan pencarian untuk posisi kiper. Yang mana, Fergie tampak sudah tak puas dengan hasil kerja dari kiper United saat ini yang tak lain adalah David de Gea. Dan nama yang tersorot untuk menggantikan De Gea sebagai kiper utama United adalah Julio Cesar. Dimana Julio Cesar ini adalah kiper yang saat ini tengah membela laskar Inter Milan. Fergie diberitakan telah bosan dengan alasan De Gea yang tak bisa tampil dengan kondisi prima karena masih berada dalam masa adaptasi.
Fergie merasa bahwa De Gea gagal membuktikan kemampuannya di Manchester United. Selama semusim lebih, De Gea masih saja gagal beradaptasi dengan ranah United. Itulah yang mendasari langkah Fergie untuk segera mengganti posisi De Gea dengan pemain lain. Julio Cesar yang masih berada di Inter Milan pun mengaku senang apabila Fergie menginginkannya. Pasalnya, keberadaan Cesar di Inter Milan sendiri juga tak terlalu dibutuhkan. Banyak sekali pertandingan yang dilewatkan oleh Cesar saat Inter bertanding. Ia lebih sering berada di bangku cadangan daripada bermain di lapangan. Hal ini cukup menjadikan Cesar mantap untuk hengkang dari kubu Nerazzuri.
Ranieri selaku pelatih Inter tampak tak terlalu membutuhkan Cesar, ia lebih sering digantikan oleh kiper cadangan Luca Castellazzi. Hal ini pun rupanya mendasari Cesar untuk segera angkat kaki dari Inter. Cesar mengaku akan menyambut dengan gembira tawaran dari Fergie untuk menjadi kiper di United. Fergie sendiri menyadari langkahnya ini akan sangat menentukan untuk United. Setelah Edwin Van Der Sar tak lagi membela United, Fergie merasa tak bisa mencari penggantinya. Van Der Sar pergi, dan posisi kiper tak lagi diisi oleh orang yang tepat. Maka dari itu, Fergie ingin memberikan kesempatan kepada Cesar untuk mengisi posisi vital tersebut. Meskipun usia dari Cesar saat ini sudah tak terbilang muda, yaitu 32 tahun.
Fergie merasa bahwa usia bukanlah masalah. Hal ini ia berpegang pada pengalamannya yang lalu, pasalnya Van Der Sar direkrut oleh Fergie di usia yang tak lagi muda, namun tetap bisa memberikan kontribusi yang sangat besar bagi United. Itulah mengapa, Fergie yakin kalau Cesar mampu menciptakan pertahanan yang kuat. Karena Cesar dianggap sebagai kiper yang mumpuni oleh Fergie. Kiprah Cesar di dunia persepak bolaan tak bisa dianggap remeh, karenanya Fergie merasa tak salah jika United memiliki kiper seperti Cesar. Fergie menilai kiper dengan usia yang tak lagi muda lebih matang dan mempunyai pengalaman yang lebih hebat. Jadi, kemungkinan Fergie akan menggaet Cesar ke dalam timnya pun mencuat semakin lebar. Walaupun saat ini belum ada pemberitaan yang menyatakan Cesar akan dibeli berapa oleh United, namun peluang Cesar sangat besar bermain di United.
Kenneth Mathieson ‘Kenny’ Dalglish MBE (lahir di Dalmarnock, Glasgow, Skotlandia, 4 Maret 1951; umur 60 tahun) adalah mantan pemain Skotlandia. Dia memperoleh kesuksesan bersama Celtic pada era 1970an dan bersama klub liga Inggris Liverpool pada tahun 1970an dan 1980an. Dia adalah pemain pertama yang dapat mencetak 100 gol di liga Inggris dan Liga Skotlandia.
Kenny Dalglish menjabat sebagai manajer Liverpool FC untuk yang ke 2 kalinya menggantikan Roy Hodgson setelah sebelunya pernah menjabat pelatih liverpool menggantikan joe fagan yang mengundurkan diri dan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada kenny untuk pertama kalinya yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer. Tapi kenny mengundurkan diri pada tanggal 22 februari 1990 Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, ‘King’ Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC.
Tepatnya 8 Januari 2011 ‘King’ Kenny Dalglish resmi menjadi pelatih LFC walaupun pada pertandingan perdana mengalami kekalahan di Piala FA, tetapi ‘King’ Kenny Dalglish berhasil mengembalikan performa pemain dan ciri khas ‘pass and move’ Liverpool FC. Buktinya ‘King’ Kenny Dalglish berhasil mengangkat Liverpool FC dari zona degradasi ke posisi 6 klasemen sementara Liga Inggris. Hasil ini tidak lepas dari keberanian ‘King’ Kenny Dalglish untuk menjual pemain bintang seperti Fernando Torres kemudian membeli Luis Suarez dari Ajax Amsterdam dan Andy Caroll dari Newcastle United. Keberanian dalam hal memasang pemain muda seperti : Martin Kelly, Jay Spearing dan Danny Wilson pun layak diacungi jempol. Raihan inilah yang membuat banyak pihak mendesak agar ‘King’ Kenny Dalglish di kontrak secara permanen sebagai manajer Liverpool FC.
Asisten Pelatih Liverpool Steve Clarke menyakini rahasia di balik keberhasilan pelatih Kenny Dalglish terletak pada kemampuan komunikasi dengan para pemain. Penampilan Liverpool memang melonjak tinggi sejak Dalglish mengambil alih jabatan manajer, Januari lalu. The Reds sanggup meraih 24 poin dari 13 pertandingan liga di bawah kepemimpinan manajer asal Skotlandia itu. Hanya pimpinan klasemen sementara Manchester United yang sanggup melampaui pencapaian itu dalam periode yang sama. Menurut Steve Clarke kemampuan sang manajer yang bersikap rileks dengan para pemain telah memberi pengaruh besar bagi kebangkitan The Reds yang sempat terpuruk di awal musim. Opini Clarke ini merujuk pada keputusan Dalglish yang memulai memberi kepercayaan kepada pemain muda seperti John Flanagan dan Jack Robinson masuk tim utama beberapa pekan terakhir. Clarke pun memuji kualitas kepelatihan Kenny Dalglish dan berharap bisa bekerja lebih lama lagi dengan sang bos. clarke mengatakan bahwa dari semua manajer yang pernah dia bantu bekerja, dia melihat kualitas lebih bagus pada Kenny. Clarke pun berharap bisa bekerja di masa yang akan datang.
Banyak sekali beberapa pelatih yang menginginkan perubahan dalam kehidupannya. Agar tidak statis maka setiap pelatih biasanya berpindah-pindah klub untuk bisa menambah pengetahuannya lebih dalam lagi. Tetapi ada juga pelatih yang tidak mau pindah dari klub yang diasuhnya sampai klub tersebut benar-benar mencapai puncak kejayaan. Dan hal tersebut memang sangat pantas dimiliki oleh seorang pelatih. Karena dengan menargetkan hal tersebut masa depan dari klub pun tidak akan suram. Seperti halnya yang dilakukan oleh pelatih dari Barcelona dimana banyak rumor yang beredar kalau sekarang ini Josep guardiola atau yang dikenal dengan Pep guardiola isukan akan hengkang dari klub yang lama ia asuh yakni Barcelona.
Tetapi hal tersebut dibantah oleh pelatih plontos ini, dengan alasan dirinya fokus pada klub yang sekarang ia asuh. Beberapa waktu lalu, Roman Abramovich sebagai pemilik klub juga mengatakan bahwa ia ingin memilih kandidat manajer Chelsea melalui beberapa kriteria yang dirasanya ideal untuk situasi ini. Namun Roman Abramovich lebih memilih untuk mendatangkan Josep Guardiola karena ia dinilai memenuhi kriteria yang Abramovich butuhkan. Kepada Sky Sports Guardiola menanggapi terkait rumor itu. Ia dengan bercanda berkata bahwa setiap harinya ia berbicara dengan Chelsea. Kemudian ia tak menjelaskan kembali tentang rumor itu. Abramovich mengatakan ia juga tertarik dengan manajer asal Inggris namun lebih ingin mendatangkan manajer syarat pengalaman yang mempunyai paspor asing dan bukan asli Inggris. Hal itu membuat Pep Guardiola menjadi target Chelsea di musim depan.
Guardiola sendiri adalah salah satu manajer tersukses di dunia saat ini bersama klubnya Barcelona. Ia yang juga mantan pemain Barcelona memulai karirnya sebagai manajer Barca di tiga musim yang lalu. Pep Guardiola yang berumur masih muda itu kemudian menjelma menjadi seorang manajer bertalenta yang mendatangkan banyak trofi kemenangan bagi skuad El Barca. Walau ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa sukses Guardiola adalah semata-mata karena punya pemain berkelas dunia. Akan tetapi, manajemen dan cara berpikirnya selama ini selalu dipuji oleh pemain-pemainnya selama itu. Menanggapi rumor bahwa ia akan bergabung dengan Chelsea musim depan, Pep pun hanya tertawa akan rumor tentang masa depannya itu.
Namun beberapa pihak yang sudah menyatakan ketertarikannya dengan Chelsea adalah Rafael Benitez dan juga Sven-Goran Eriksson. Mourinho sendiri juga menutup kemungkinan ia akan hijrah ke Chelsea musim depan walau itu masih menjadi tanda tanya besar karena beberapa pekan lalu ia terlihat mondar-mandir di London. Ia diisukan akan mengambil alih posisi Di Matteo dimusim depan karena kontraknya bersama Barcelona akan berakhir di musim panas ini. Ditambah lagi dengan belum juga mereka berdua menjalin perpanjangan kontrak untuk musim depan. Oleh karena itu, sekuat tenaga dipastikan manajemen Chelsea akan mendatangkan dirinya demi mendongkrak permainan Chelsea di musim depan.
Page 1 of 10:1 2 3 4 5 6 » Last »